Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

Pasang Surut Luka yang Belum Usai - Langkah yang Menyalakan Api - Menjemput Fajar yang Baru

  Pasang Surut Luka yang Belum Usai Badai itu kini punya polanya sendiri, kadang reda bagai air tenang di pagi hari. Kita bisa tertawa seolah tak pernah ada luka yang menyengat, menikmati sisa-sisa kehangatan yang kembali mendekat. Namun aku tahu, di balik tenang yang kasat mata, ada ingatan yang sewaktu-waktu bisa membuka cerita. Terungkit kembali tanpa aba-aba, lewat satu kata atau tatapan mata, membawa kembali gemuruh kecewa yang sempat kita kira telah sirna. Saat ia reda, aku bersyukur dalam sujud yang dalam, menumpuk bekal sabar sebelum hari kembali malam. Dan saat ia kembali terungkit oleh lisanmu yang perih, aku memilih berdiri, memeluk amarahmu tanpa harus selisih. Ini adalah jalan panjang yang harus kita lalui berdua, menyembuhkan hati yang telanjur retak tak bisa seketika. Aku tidak akan bosan mendengar jeda dan ulangan dukamu, sebab akulah yang harus bertanggung jawab atas tenangmu. Biarlah pasang surut ini menguji sekokoh apa kita bertahan, hingga suatu hari nanti, saat...

Postingan Terbaru

Senyum yang Kembali, Luka yang Mengering - Langkah Kecil di Bawah Langit Sore - Menjaga Nyala yang Abadi

DENAH RUMAH IMPIAN